Minggu, 30 September 2018

MASALAH SOSIAL
          masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
MASALAH SOSIAL KEMISKINAN
          Kemiskinan adalah pekerjaan besar bagi pemerintah kita, tapi pekerjaan itu tidak pernah di prioritaskan untuk mengurangi angka kemiskinan, berbagi cara telah di lakukan tapi malah tidak dapat mengurus permasalahan ini.
          Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai hal antara lain rendahnya kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya.
          Berbagai upaya tersebut telah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin dari 54,2 juta (40.1%) pada tahun 1976 menjadi 22,5 juta (11.3%) pada tahun 1996. Namun, dengan terjadinya krisis ekonomi sejak Juli 1997 dan berbagai bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami pada Desember 2004 membawa dampak negatif bagi kehidupan masyarakat, yaitu melemahnya kegiatan ekonomi, memburuknya pelayanan kesehatan dan pendidikan, memburuknya kondisi sarana umum sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk miskin menjadi 47,9 juta (23.4%) pada tahun 1999. Kemudian pada 5 tahun terakhir terlihat penurunan tingkat kemiskinan secara terus menerus dan perlahan-lahan sampai mencapai 36,1 juta (16.7%) di tahun 2004.
          Pemecahan masalah kemiskinan memerlukan langkah-langkah dan program yang dirancang secara khusus dan terpadu oleh pemerintah dan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Faktor Penyebab Kemiskinan
          Ternyata kemiskinan itu tidak terjadi begitu saja melainkan memiliki faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kemiskinan. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan dapat dikategorikan dalam beberapa hal berikut ini :
a.    Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global. Yang perlu digaris bawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak seimbang dengan produktivitas yang ada pada suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, seandainya produktivitas menyusut maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kemerosotan standar perkembangan pendapatan per-kapita:
1.     Naiknya standar perkembangan suatu daerah
2.    Politik ekonomi yang tidak sehat
3.    Faktor-faktor luar negeri diantaranta rusaknya syarat-syarat perdagangan
4.    Beban hutang
5.    Kurangnya bantuan luar negeri, dan Perang
b.    Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
Faktor ini sangat penting dalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh karena itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus didukung dengan SDA dan SDM yang bagus, serta jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggung jawabkan dengan maksimal
c.    Biaya kehidupan yang tinggi.
Melonjak tingginya biaya kehidupan di suatu daerah adalah sebagai akibat dari tidak adanya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis dari realita di atas. Hal ini bisa disebabkan oleh karena kurangnya tenaga kerja ahli dan banyaknya pengangguran.
d.    Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.
Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, juga secara tidak langsung mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di sisi lain rakyat miskin masih terbebani oleh pajak negara.
MASALAH SOSIAL TENTANG PENGANGGURAN

          Pengangguran merupakan istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran biasanya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian,karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang,sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
          Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran dari faktor pribadi :
1.     Faktor kemalasan
2.    Faktor cacat atau umur
3.    Faktor rendahnya pendidikan dan keterampilan
Faktor ini merupakan penyebab utama meningkatnya pengangguran di Indonesia, di antaranya:
1.     Ketimpangan antara penawaran tenaga kerja dan kebutuhan
2.    Kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat
3.    Pengembangan sektor ekonomi
4.    Banyaknya tenaga kerja wanita
Beberapa hal yang menyebabkan pengangguran antara lain:
1.     Penduduk yang relatif banyak
2.    Pendidikan dan keterampilan yang rendah
3.    Angkatan kerja tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta dunia kerja
4.    Teknologi yang semakin modern
5.    Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan cara melakukan penghematan-penghematan.
6.    Penerapan rasionalisasi
7.    Adanya lapangan kerja yang dengan dipengaruhi musim
8.    Ketidakstabilan perekonomian, politik dan keamanan suatu negara
Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak mendapat pekerjaan:
1.     Kurangnya informasi
2.    Tidak adanya sistem penerimaan publik
3.    Sulit menerapkan kepintarannya dalam dunia pekerjaan
MASALAH-MASALAH SOSIAL DALAM PENDIDIKAN
          Sekolah adalah tempat di mana anak-anak belajar dan mempersiapkan diri untuk hidup di masa depan, sehingga perlu untuk menyediakan lingkungan pendidikan yang tepat sehingga siswa bisa mendapatkan pendidikan dengan benar.
Di sekolah, siswa diajarkan pelajaran tentang bahasa, matematika, ilmu pengetahuan, sejarah dan sejumlah mata pelajaran lainnya. Mereka bisa berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, bersosialisasi dengan rekan-rekan mereka dan belajar bagaimana menyesuaikan diri dalam situasi sosial yang berbeda. Namun disamping itu terdapat hambatan dalam perkembangan anak-anak di sekolah, yang berasal dari berbagai masalah sosial yang juga dapat mengganggu sistem pendidikan kita.
Masyarakat telah berubah dalam beberapa dekade terakhir
  • Angka perceraian yang meningkat dan banyak anak sekolah yang dibesarkan dalam keluarga orang tua tunggal. Seringkali di dalam keluarga yang broken home akan dapat mempengaruhi kesehatan emosional siswa dan hal ini dapat menurunkan kinerja di sekolah. Namun ketika anak-anak yang dibesarkan di rumah, di mana terdapat kedua orang tua maka kebutuhan emosional terpenuhi.
  • Anak-anak milik kelompok etnis tertentu menjadi anak didik yang lebih lambat dibandingkan dengan yang lain.
  • Satu masalah sosial dalam pendidikan adalah diferensiasi berdasarkan jenis kelamin. Anak perempuan memiliki peluang yang lebih rendah dibandingkan dengan anak laki-laki untuk belajar, di bagian tertentu dari masyarakat.
  • Beberapa masalah sosial timbul karena strata ekonomi siswa. Siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu bersekolah di sekolah yang tidak memiliki fasilitas yang baik. Hal ini secara otomatis menempatkan mereka pada posisi yang kurang menguntungkan, bila dibandingkan dengan siswa yang bersekolah di sekolah yang baik.
  • Pergaulan dalam lingkungan sekolah membawa dampak positif maupun negatif. Terkadang juga muncul kelompok-kelompok tertentu pada siswa di sekolah yang memunculkan kubu-kubu yang saling bertentangan.
  • Masalah etika juga termasuk di dalam masalah sosial pendidikan yang juga mempengaruhi siswa.
  • Metode pengajaran dari guru yang kurang menarik bagi siswa akan membuat daya kreativitas menurun.
MASALAH SOSIAL KERACUNAN MAKANAN / KERACUNAN PANGAN

          Kejadian keracunan makanan cukup sering terjadi di Indonesia. Di Tahun 2010 tercatat 132 Kasus dan 13 Insiden Keracunan Makanan/ Keracunan Pangan terjadi dan terlaporkan di Sentra Informasi Keracunan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan RI.
          Kemungkinan Faktor kehidupan Sosial Budaya masyarakat Indonesia berkaitan dengan tingkat kejadian keracunan makanan di Indonesia. Budaya makan bersama saat perayaan tertentu, pesta pernikahan, syukuran, sampai jamuan makan besar-besaran pasti sering kita jumpai di seluruh pelosok Indonesia.
          Tentunya bukan Budaya masyarakat yang perlu dipermasalahkan namun cara pemilihan bahan pangan, pengolahan, serta bentuk dan waktu penyajian makananlah yang harus menjadi perhatian kita bersama.  Pengolahan makanan secara tradisional relatif tidak menjadi masalah bila kebersihan dan sanitasi tempat pengolahan telah memenuhi syarat kesehatan.
Jenis-Jenis Keracunan Pangan
          Berdasarkan jenis penyebabnya keracunan pangan dapat dibagi menjadi 2, yaitu keracunan pangan karena infeksi dan intoksikasi.
v  Keracunan pangan karena infeksi, disebabkan karena masuknya kuman penyakit (mikroorganisme patogen) kedalam badan bersama pangan, sehingga menimbulkan reaksi tubuh terhadap kuman tersebut.
v  Keracunan makanan intoksikasi disebabkan karena memakan bahan beracun yang terdapat pada jaringan tumbuh-tumbuhan atau hewan, yang diproduksi oleh kuman (virus, bakteri, parasit) atau terpapar racun lain yang sengaja atau tidak sengaja terdapat dalam pangan atau sumber pencemar lain.
Penyebab Keracunan Pangan Dan Sumber serta Cara Keracunan
          Orang yang keracunan disebabkan karena orang tersebut makan makanan yang mengandung racun. Orang tersebut dapat jatuh sakit atau tetap sehat sesuai dengan jumlah racun dan daya tahan orang tersebut. Bahan racun tersebut disebut sebagai etiologi keracunan, makanan yang dimakan dan mengandung racun disebut sebagai sumber keracunan, sedang proses makan merupakan cara terjadinya keracunan
Gejala, Tanda-Tanda Penyakit serta Kemungkinan Penyebab
          Seorang yang terpapar racun, terutama melalui makanan, maka racun akan beredar dalam tubuh, peredaran darah, organ-organ tubuh. Badan akan bereaksi terhadap masuknya racun dengan menunjukkan gejala (dikeluhkan oleh penderita) dan tanda-tanda penyakit (terlihat atau teraba). Adanya racun dalam organ tubuh sendiri dapat dideteksi dengan adanya perubahan pada organ tersebut, atau ditemukannya bahan racun, pemeriksaan dilakukan dengan sarana pendukung pemeriksaan laboratorium atau sarana lain.
          Misalnya, pada keracunan pangan dengan gejala utama diare dan muntah serta beberapa gejala lain yang sering muncul pada beberapa kasus, maka dapat diperkirakan keracunan pangan tersebut disebabkan karena kuman Vibrio Parahemolitikus, Clostridium perfringens, Baksiler disenteri.
þ  Vibrio hemolitikus menunjukkan gejala nyeri perut, mual, muntah, diare, menggigil, sakit kepala, dan kadang-kadang badan panas.
þ  Clostidium perfringens menunjukkan gejala mual, muntah, nyeri perut, diare, badan letih/lemas.
þ  Shigella dysentriae menunjukkan gejala diare hebat berlendir dan berdarah, nyeri perut, panas badan dan sakit kepala.
Sumber https://hanhan1924.blogspot.com

19 komentar:

  1. sangaat bermanfaat sist terima kasih sist ❤❤

    BalasHapus
  2. Menambah ilmu pengetahuan
    Terimakasih

    BalasHapus

  3. Menambah pengetahuan terima kasih

    BalasHapus
  4. Menurut admin, apa peran mahasiswa dalam menangani kemiskinan ?

    BalasHapus
  5. Bermanfaat sekali, terimakasih yaa jadi menambah pengetahuan :)

    BalasHapus